Posts

Showing posts with the label KELAS 8

Pengaplikasian Moving Average

Image
Satu cara kegunaan moving average adalah untuk membantu kita menentukan tren. Cara paling sederhana adalah dengan memplot moving average tunggal pada grafik. Ketika pergerakan harga cenderung tetap berada di atas moving average, berarti dia memberi sinyal bahwa harga saat ini sedang berada di uptrend umum. Jika pergerakan harga cenderung tetap berada di bawah moving average, maka hal ini mengindikasikan bahwa dia berada pada downtrend. Masalahnya adalah metode ini terlalu sederhana. Katakan saja, USD/JPY saat ini sedang mengalami downtrend, tetapi rilis berita mengakibatkan nilai pair ini melonjak. Kita bisa lihat harga saat ini berada di atas moving average. Pada saat ini kita pasti berpikir: "Wah...sepertinya pair ini akan mengubah arahnya! Saatnya membeli pecundang ini! Muahaha!" Dengan begitu saja, kita tergoda dan membeli miliaran unit karena yakin bahwa USD/JPY akan segera naik. Tapi.... Woupsy! Kita terjebak sinyal palsu. Karena, meski bereak...

Simple Moving Average Versus Exponential Moving Average

Image
Saat ini, kita mungkin bertanya-tanya, di antara kedua jenis moving average mana yang lebih baik? Simple moving average atau exponential moving average? Pertama-tama, mari kita bahas exponential moving average. Ketika kita menginginkan moving average yang akan merespon pergerakan harga lebih cepat, maka EMA jangka pendek adalah cara terbaik untuk mendapatkannya. EMA jangka pendek dapat membantu kita untuk menangkap trend lebih awal, sehingga kita berpeluang mendapatkan profit besar. Bahkan, semakin awal kita menangkap tren, semakin lama kita bisa memanfaatkannya demi meraup semua profit. Yahoo! Sayangnya, menggunakan EMA membuat kita berpeluang menangkap sinyal palsu pada periode konsolidasi harga. Yaaah... Sebab, respon moving average begitu cepat terhadap harga, kita mungkin berpikir sebuah trend sedang terbentuk, padahal bisa jadi itu hanya sekedar lonjakan harga biasa. Inilah akibatnya jika kita memiliki indikator yang terlalu cepat merespon. Sementara itu, denga...

Exponential Moving Average

Image
Seperti yang kita bicarakan pada pelajaran sebelumnya, simple moving average dapat dikacaukan oleh lonjakan pada pergerakan harga. Maka pada pelajaran kali ini kita akan memelajari hal ini. Misalnya kita memplot SMA 5-periode pada grafik harian EUR/USD. Maka harga penutupan untuk 5 hari terakhir akan menjadi seperti ini: Hari pertama : 1.3172 Hari kedua : 1.3231 Hari ketiga : 1.3164 Hari keempat : 1.3186 Hari kelima : 1.3293 Perhitungan simple moving average akan menjadi seperti ini: (1.3172 + 1.3231 + 1.3164 + 1.3186 + 1.3293) / 5 = 1.3209 Mudah, kan? Lalu bagaimana jika terjadi rilis berita di hari kedua yang membuat euro merosot, dan membuat EUR/USD anjlok dan ditutup pada harga 1.3000. Mari lihat bagaimmana efeknya pada SMA 5-periode. Well what if there was a news report on Day 2 that causes the euro to drop across the board. This causes EUR/USD to plunge and close at 1.3000. Let's see what effect this would have...

Simple Moving Average

Image
Simple moving average adalah jenis moving average yang paling sederhana. Yah, kita bisa menebaknya dari namanya. Hehehe... Pada dasarnya, simple moving average dihitung dengan menambahkan periode terakhir "X" pada penutupan harga, kemudian membaginya dengan X. Hehehe... bingung? Jangan khawatir, di pelajaran ini kita akan memelajari semuanya tentang simple moving average sampai semuanya jelas. Jika kita memplot 5 periode simple moving average pada grafik 1-jam, secara otomatis kita menambah harga penutupan 5 jam terakhir, kemudian kita tinggal membagi jumlah tersebut dengan angka 5. Dan...hoopla! Kita mendapatkan rata-rata harga penutupan dalam jangka waktu lIma jam terakhir. Kita tinggal menderetkan semua harga penutupan rata-rata dan kita mendapatkan moving average. Jika kita hendak memplot 5-peroiode simple moving average pada grafik 10-menit, kita harus menambah harga penutupan dari 50 menit terakhir kemudian membagi 5 hasil tersebut. Jika kita memplo...

Pengertian Dasar Moving Average

Image
Moving average adalah metode sederhana membaca pergerakan harga dari waktu ke waktu. "Moving average" di sini berarti kita menggunakan rata-rata harga penutupan (closing price) dari pair mata uang dari beberapa periode. Jika diaplikasikan pada grafik, moving average akan terlihat seperti berikut: Layaknya indikator pada umumnya, moving average digunakan untuk membantu kita memprediksi harga di masa depan. Dengan melihat bagian landai dari moving average, kita bisa memastikan potensi arah pergerakan harga pasar. Seperti yang telah dituliskan di awal, moving average adalah metode sederhana untuk membaca pergerakan harga. Ada beberapa tipe moving average dan masing-masing memunyai level pembacaan pergerakan harga yang berbeda, namun mereka memiliki karakteristik yang sama, yakni dengan memuluskan pergerakan harga. Secara umum, semakin mulus moving average maka semakin lamban ia bereaksi terhadap pergerakan harga. Sebaliknya, semakin fluktuatif (choppy), maka sema...

Ringkasan Fibonacci

Image
Level-level kunci Fibonacci yang perlu diperhatikan adalah level 23.6%, 38.2%, 50.0%, 61.8%, dan 76.4%. Dan beberapa diantaranya yang paling sering tercapai adalah level 38.2%, 50.0%, dan 76.4%. Biasanya, level-level tersebut akan dimasukkan sebagai pengaturan bawaan (default setting) pada sebuah software Fibonacci retracement. Jika software trading kita tidak memiliki tool Fibonacci , jangan khawatir, kita masih bisa memakai kalkulator Fibonacci sebagai gantinya. Para trader menggunakan level-level retracement Fibonacci sebagai support dan resistance yang potensial. Mengingat akan ada sejumlah trader lain yang memperhatikan level-level yang sama dan menerapkan metode penempatan buy dan sell yang sama dengan kita, maka level-level support dan resistance yang telah diperkirakan bisa saja terpenuhi dengan sendirinya. Kunci level-level ekstensi Fibonacci adalah 38.2%, 50.0%, 61.8%, 100%, 138.2% dan 161.8%. Para trader menggunakan level-level ekstensi Fibonacci sebagai area...

Menempatkan Stop Dengan Fibonacci

Image
Pada dasarnya, memasang stop loss pada akun trading kita tak kalah pentingnya degan memasang take profit. Kita tidak boleh asal memasuki sebuah trade menggunakan level-level Fibonacci tanpa memiliki arah jalan keluar yang jelas, karena jika demikian, maka penggunaan tool Fibonacci hanya akan menjadi bumerang saja bagi akun kita. Di kelas ini, kita akan mempelajari beberapa teknik untuk memasang stop loss ketika kita memutuskan untuk memercayai level-level Fibonacci sebagai "asisten" kita dalam bertrading. Metode pertama adalah dengan memasang stop tepat setelah melewati Fibonacci. Artinya, jika kita berencana untuk masuk pada level Fibo 38.2%,maka kita tempatkan stop loss kita menembus level 50.0%. Jika kita merasa bahwa level 50.0% tersebut akan tercapai, maka pasanglah stop melewati level 61.8%, begitu seterusnya. Sederhana bukan? Mari kita perhatikan grafik EUR/USD yang sama seperti yang pernah kita pelajari di kelas Fibonacci yang lalu. Jika kita tela...

Ekstensi Fibonacci

Image
Pemakaian Fibonacci selanjutnya adalah untuk menemukan target. Gagasan umum dari sebuah uptrend adalah untuk mengambil keuntungan pada sebuah perdagangan yang panjang pada level ekstensi harga Fibonacci. Kita dapat menentukan level-level ekstensi Fibonacci (Fibonacci Extension) dengan melakukan tiga tahap 'klik' dengan mouse kita. Pertama, klik pada sebuah swing low yang mencolok, kemudian seret kursor dan kli pada swing high yang paling baru. Terakhir, seret kursor kembali ke arah bawah dan klik-lah satu level retracement apa saja. Jika langkah-langkah tersebut telah dilakukan, maka akan tampil level-level ekstensi harga yang menunjukkan rasio serta level-level harga yang berhubungan. Asyik kan? Oke, grafik di atas adalah grafik contoh USD/CHF yang pernah kita bahasa di materi sebelumnya. Level Fibonacci 50% terbentuk secara kuat karena level support, setelah tiga kali uji, dan pair akhirnya melanjutkan uptrend-nya kembali. Pada grafik di atas, kita bahkan b...

Mengkombinasikan Fibonacci dengan Candlestick

Image
Yup, setelah di kelas sebelumnya kita menduetkan Fibonacci tool dengan level-level support resistance dan trendline, di kelas ini kita akan kembali mempelajari duet Fibonacci dengan tool yang lain, dan tentu saja tak kalah dahsyatnya. Hadirin sekalian, perkenalkan pasangan duet ketiga untuk Fibonacci tool..... Candlestick . Silakan berikan tepuk tangan meriah! hehehe. Masih ingat kan, kita pernah mempelajari pola-pola candlestick di kelas yang telah lalu. Dalam mengkombinasikan tool Fibo dengan pola candlestick, yang perlu kita cari sebenarnya adalah candlestick yang exhaustive, artinya candlestick mendalam. Jika kita telah mampu mengatakan kapan tekanan buying dan selling habis, itu berarti kita pun akan mendapatkan petunjuk kapan harga akan meneruskan trending. Oke, untuk selanjutnya, kita akan gunakan istilah "Fib Stick" agar lebih singkat. Grafik di atas adalah gambar grafik EUR/USD yang sedang megalami downtrend tetapi pergerakannya nampak terhenti sesaat...

Mengkombinasikan Fibonacci Dengan Trendline

Image
Salah satu tool yang bagus untuk diduetkan dengan tool Fibonacci adalah analisis garis trend atau trendline. Seperti yang sudah kita ketahui, level-level Fibonacci akan berfungsi paling baik saat market sedang trending, jadi cocok bukan? Oke, kita ingat bahwa kapanpun sebuah pair mata uang sedang mengalami downtrend atau uptrend, maka para trader dapat menggunakan leve-level Fibonacci retracement sebagai cara jitu untuk mengambil keuntungan dari trend. Nah kalau begitu, mengapa kita tidak cari saja level-level Fibonacci yang tepat berimpit dengan trend? Baik, mari kita perhatikan grafik AUD/JPY berikut ini. Kita lihat, harga tengah mengalami kenaikan trend jangka pendek dalam beberapa hari. Mungkin sebagian dari kita akan berpikiran, "Waah, uptrendnya boleh juga tuh! Sepertinya lumayan juga kalau saya buy AUD/JPY meskipun cuma buat trade jangka pendek saja. Tunggu pair kena trendline sekali lagi deh, terus saya pasang buy." Well, sebelum kita benar-benar me...