Posts

Showing posts with the label BERITA EKONOMI

Dampak Deflasi Terhadap Perekonomian Dan Mata Uang

Image
Deflasi adalah suatu periode dimana secara umum tingkat harga-harga merosot, dan tidak termasuk dalam siklus ekonomi yang normal. Dampaknya terhadap perekonomian tidak sesederhana yang diperkirakan. Pada awalnya ekonom memperkirakan deflasi akan cepat bisa diatasi, tetapi pada kenyataannya belum ada satu negara yang bisa mengatasi kerusakan akibat deflasi hingga ekonomi kembali berjalan normal. Sebagai contoh Hong Kong yang pernah mengalami periode deflasi pada tahun 2002 dan hingga kini belum bisa memperbaiki dampak akibat deflasi tersebut. Jepang yang mengalami masa deflasi panjang sejak awal tahun 1990, hingga kini masih berusaha me-recover dampaknya dengan eksperimen  Abenomics . Dampak deflasi terhadap perekonomian: 1. Merosotnya pendapatan sektor bisnis Agar bisa tetap kompetitif harga harus diturunkan, dan jika keadaan ini berlangsung terus-menerus maka keuntungan sektor bisnis yang mencakup industri, manufaktur, perdagangan bahkan perumahan dan jasa akan merosot tajam...

Apa Yang Menyebabkan Deflasi ?

Image
Baru-baru ini bank sentral kawasan Euro ( ECB ) telah memangkas tingkat suku bunganya hingga ke level 0.15%, sedikit diatas bank sentral Jepang ( BoJ ) yang 0.10%. Kedua negara tersebut, kawasan Euro dan Jepang sama-sama mengalami deflasi, hanya saja Jepang lebih lama, hampir dua dasa warsa. Kita tahu inflasi yang tinggi bisa membahayakan ekonomi suatu negara, demikian juga keadaan sebaliknya, deflasi.  Masyarakat menerima inflasi sebagai kenyataan yang selalu terjadi karena berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari. Tetapi deflasi? Mungkin Anda mengira penurunan harga-harga di tingkat konsumen akan menyebabkan biaya hidup lebih ringan. Untuk sementara ya, tetapi dalam jangka menengah dan panjang Anda akan segera merasakan dampaknya. Keadaan deflasi terjadi ketika perekonomian suatu negara sedang menurun. Pada umumnya keadaan deflasi ditunjukkan oleh meningkatnya  tingkat pengangguran  akibat pemotongan gaji yang signifikan, pemberhentian sementara atau pemutusa...

Pentingnya Indikator Fundamental GDP

Image
Gross Domestic Product (GDP) atau Produk Domestik Bruto adalah indikator fundamental utama yang digunakan untuk mengukur tingkat pertumbuhan ekonomi suatu negara. Angka GDP menyatakan nilai total barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara dalam periode waktu tertentu. GDP bisa dianggap sebagai ukuran perekonomian negara tersebut dan sampai seberapa jauh ekonomi negara tersebut telah tumbuh atau sedang menyusut. Secara umum bisa dikatakan jika GDP suatu negara meningkat maka perekonomian negara tersebut sedang menguat, dan permintaan mata uang negara tersebut juga akan meningkat yang berarti nilai tukarnya akan menguat. Sebaliknya jika GDP menyusut atau negatif, nilai tukar mata uang negara tersebut akan cenderung melemah. Biasanya GDP diukur per kwartal dan per tahun (tahunan), yang diperbandingkan terhadap kwartal dan tahun sebelumnya. Misalnya jika GDP tahunan suatu negara meningkat 3% berarti ekonomi negara tersebut telah mengalami pertumbuhan sebesar 3% dibandingkan dengan ...

Indikator Fundamental Yang Menggerakkan Pasar (2)

Image
Artikel ini adalah lanjutan dari  bagian (1)  artikel dengan judul yang sama CPI dan PPI Data  Consumer Price Index (CPI)  yang berdampak pada pasar adalah  Core CPI  atau CPI inti, yaitu indeks harga konsumen diluar sektor makanan dan energi. Bank sentral dan trader biasanya mengacu pada CPI inti untuk mengantisipasi perubahan tingkat suku bunga. Perubahan CPI yang cukup signifikan mencerminkan laju inflasi yang tinggi hingga bisa berpengaruh pada reaksi bank sentral dalam menentukan tingkat suku bunga. Producer Price Index (PPI) adalah  indikator leading  untuk tingkat inflasi. Jika produser menaikkan harga produk dan jasa, maka akan berpengaruh langsung pada tingkat pengeluaran konsumen dan tingkat kenaikan harga barang secara keseluruhan. Jika data PPI dirilis sebelum CPI, biasanya akan berpengaruh langsung pada CPI yang pada akhirnya bisa mempengaruhi bank sentral dalam menentukan suku bunga. Selain CPI dan PPI, para pelaku pasar biasan...

Indikator Fundamental Yang Menggerakkan Pasar (1)

Image
Setiap minggu ada puluhan data indikator ekonomi dan indeks survey yang dirilis di berbagai situs. Banyak diantara data yang dirilis tersebut tidak mempengaruhi pergerakan harga pasar, atau sangat kecil pengaruhnya. Sebagai trader tentu kita ingin fokus pada data fundamental yang berdampak signifikan pada pergerakan harga pasar guna antisipasi dalam membuka posisi, atau mungkin menghindar dari pasar untuk mencegah akibat dari loncatan harga (slippage).  Indikator fundamental yang bisa menggerakkan pasar adalah yang berhubungan dengan data tenaga kerja, inflasi, aktivitas konsumen dan aktivitas investor. Seringkali sebuah indikator bisa memprediksi atau memberi konfirmasi pada indikator yang lain, misalnya GDP dan inflasi. Pasar akan bereaksi jika rilis data berbeda dengan prediksi atau consensus. Berikut beberapa indikator fundamental penting tersebut: Data tenaga kerja : Non Farm Payrolls dan Unemployment Rate  Banyak ekonom yang berpendapat bahwa ketersediaan lapan...

Pengaruh Suku Bunga Terhadap Nilai Tukar Mata Uang

Image
Pergerakan harga di pasar forex sangat dinamis dan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Selain para pemain besar dan institusi keuangan, pengaruh faktor fundamental juga berperan dalam menggerakkan pasar, salah satunya adalah suku bunga yang ditentukan oleh bank sentral suatu negara. Dalam keadaan normal investor tentu mengharapkan perolehan (return)  yang tinggi dari instrumen investasi yang dipilihnya termasuk mata uang. Tingkat suku bunga dalam hal ini sangat mempengaruhi nilai tukar suatu mata uang terhadap mata uang lainnya.                                  Tingkat suku bunga menentukan nilai tambah mata uang suatu negara. Semakin tinggi suku bunga suatu mata uang, akan semakin tinggi pula permintaan akan mata uang negara tersebut. Tingkat suku bunga diatur oleh bank sentral, dan jika dalam jangka panjang bank sentral selalu menaikkan suku bunga maka trend nilai tukar mata uang negara ter...

Pengaruh Quantitative Easing Pada Nilai Mata Uang

Image
Quantitative Easing atau QE adalah istilah yang sering digunakan di pasar keuangan beberapa tahun belakangan ini. QE adalah salah satu kebijakan moneter yang dilakukan oleh bank sentral suatu negara guna meningkatkan jumlah uang beredar (money supply) di pasar. Bagi sebagian analis, QE selalu dihubungkan dengan bank sentral Jepang (BoJ) yang menjalankan kebijakan ini pada tahun 2001 setelah menurunkan tingkat suku bunganya sampai dengan nol persen. Kemudian bank sentral Amerika Serikat (The Fed) juga menjalankan kebijakan ini. Pada dasarnya dengan kebijakan QE, bank sentral akan meningkatkan jumlah uang beredar dengan melakukan pembelian berbagai aset investasi termasuk surat-surat berharga dan saham guna membanjiri pasar keuangan dengan uang cash, hingga meningkatkan likuiditas mata uang negara tersebut. Dengan demikian laju inflasi akan meningkat sementara jumlah uang beredar yang meningkat akan makin memperlemah nilai mata uang. Tujuan dari QE adalah agar bank sentral sanggu...