Seperti telah disebutkan sebelumnya, garis uptrend yang mengukur titik-titik support akan berubah menjadi garis resistance jika telah berhasil ditembus. Sebaliknya garis downtrend yang mengukur titik-titik resistance akan berubah menjadi garis support bila telah ditembus seperti contoh pada GBP/USD daily berikut ini: 1 : Titik-titik resistance pada garis downtrend sebelum garis trend ini ditembus. Perhatikan pergerakan harga akan mentaati garis ini selama belum ditembus. Ini menunjukkan karakteristik pelaku pasar yang selalu memperhatikan garis trend. 2 : Ketika garis downtrend telah berhasil ditembus, titik-titik harga selanjutnya pada garis ini adalah titik-titik support pada kondisi downtrend . Garis ini adalah bagian dari garis-garis channel trend yang akan diulas kemudian. Titik support tersebut bisa dikonfirmasikan dengan formasi doji yang terbentuk pada bar candlestick. Keadaan yang sebaliknya bisa terjadi pada kondisi uptrend. Jika telah be...
Kita tahu bahwa hanya sekitar 10% saja dari seluruh trader yang bisa benar-benar memperoleh keuntungan besar dalam jangka panjang. Lalu, bagaimana sebenarnya mereka bisa menghasilkan profit? Bagaimana cara berpikir mereka dan seperti apa proses trading dan rutinitas mereka? Apa yang mereka telah lakukan tetapi tidak dilakukan oleh sebagian besar trader? Dalam artikel ini Nial Fuller, seorang trader profesional yang juga mentor, memberikan pandangannya mengenai pertanyaan tersebut berdasarkan pengalamannya. Kurangi frekuensi trading Anda Seberapa besarkah frekuensi trading Anda? Seberapa sering Anda masuk pasar atau mengutak-utik posisi Anda? Sekali seminggu, tiga kali seminggu atau 20 kali? Atau mungkin Anda tidak pernah menghitung frekuensi trading karena memang tidak membuat jurnal trading. Dari pengamatan saya, jika Anda kebetulan tidak termasuk dalam 10% trader yang bisa memperoleh keuntungan besar dalam jangka panjang, Anda mungkin sekali trading jauh lebih sering. ...
Artikel ini adalah lanjutan dari bagian (1) artikel dengan judul yang sama Secara umum indikator moving average adalah lagging atau mengalami keterlambatan dalam menunjukkan nilai rata-rata yang dihitung. Nilai moving average terjadi setelah pergerakan harga, oleh karena itu indikator ini kurang cocok untuk memprediksi arah trend selanjutnya, hanya menunjukkan trend yang sedang terjadi, artinya pergerakan harga saat ini sedang uptrend atau downtrend. Untuk memperbaiki tampilan simple moving average yang perhitungannya sederhana dan cenderung lagging maka digunakan cara pembobotan pada harga akhir relatif terhadap harga-harga yang terjadi sebelumnya, atau pembobotan indikator simple moving average (sma) pada harga terakhir yang sedang diperhitungkan. Indikator moving average yang menggunakan cara ini dinamakan Exponential Moving Average. Exponential moving average (ema) Nilai pembobotan yang diterapkan tergantung dari periode waktu pe...